Holland, Singapore dari 32 km

Hollandsg_1‘Mainan’ baru dari Google: Google Earth.
Canggih? Wow, impresif. Zoom, pan, rotate, search. Kalau Anda melihat peta di States akan lebih merasakan lagi kehebatannya: lihat bangunan, mall terdekat, dsb.

Ini hanya sebuah program gratis yang disediakan bagi umum dengan file instalasi hanya sebesar 10MB. Bayangkan apa yang dimiliki oleh sebuah program dengan grade militer. Hmm, spionase? Mungkin. Menakutkan? Ah, saya sih nggak takut hehehe..

tanuel.com bermasalah

Sudah 2-3 hari ini website/domain pribadi saya down. Mulanya hanya domain name-nya saja yang bermasalah, tapi hari ini ternyata websitenya juga kena. Mungkin dimaksudkan supaya saya istirahat email selama beberapa hari. Hmm.. bagus juga..

Saya sebenarnya ingin menceritakan masalahnya di mana, tapi sepertinya cukuplah saya mengatakannya seperti ini: carilah domain registrar yang populer memiliki servis yang baik walaupun harga sedikit lebih di atas dari yang murah meriah. Sampai sekarang saya belum menemukan (dari googling dan membaca-baca forum) registrar yang bisa dikategorikan ’sempurna’. Setiap orang ternyata punya preferensinya masing-masing, dan seringkali saling kontradiktif dalam memberikan penilaian akan suatu domain registrar. Saya pribadi masih cenderung percaya dengan GoDaddy, cuma sayangnya ketika renew awal Juni ini saya ‘terpikat’ dengan 1 US$ lebih murah untuk renewal dengan registrar saya yang sekarang ini. Keputusan yang ternyata kurang baik, support-nya benar-benar kurang responsif.

Ya sudahlah, yang penting sekarang masalah domain sudah beres.

Sekarang masalah web hosting. Nah, kalau yang ini ogut bisa kasih tahu namanya, Quality Host Online. Hehehe, namanya sih terdengar agak ’spammy’ gitu, tapi percaya deh, service dan support-nya itu top sekalee. Responsif, helpful, superb deh pokoknya. Memang sih kadang-kadang servernya down, tapi seperti ada yang bilang: you get what you’ve paid for. Memang murah meriah harganya, mulai dari US$11.40 pertahun sudah dapat 1 MySQL database dan cukup space + bandwidth. Lengkap dengan cPanel dan Fantastico (penjelasannya ntar di bawah). Tapi yang paling penting adalah: customer/technical support-nya sangat responsif dan helpful.

Jadi, kemarin waktu tanuel.com bermasalah, website dan email nggak bisa diakses, saya kirim support ticket ke dua-duanya: domain registrar dan web hosting. Domain registrar tiada jawaban sedangkan web hosting menjawab dalam waktu kurang dari 1 jam. Dan setelah 10 email tanya-jawab kemudian, ditemukan masalahnya ada pada domain registrar. Name server-nya entah bagaimana sempat menunjuk ke server yang salah sehingga tanuel.com itu dilarikan ke website ‘orang lain’ (milik si registrar). Jadi, kembali saya update support ticket-nya dengan informasi yang diperoleh dari web hosting. Secara teknis, masalahnya sendiri sebenarnya akan terselesaikan dengan sendirinya, yaitu setelah lewat waktu 24-48 jam (menunggu DNS refresh). Namun jujur aja saya lumayan kecewa karena respon mereka singkat sekali dan itupun tidak menyinggung masalah teknis sama sekali, hanya masalah billing. Sudah sangat-sangat pasti domain ini akan saya pindahkan ke registrar lainnya bulan Mei tahun depan.

Begitu ceritanya. Jadi, kalau untuk hosting yang murah tapi meriah, Quality Host Online adalah pilihan yang sangat bagus. Atau kalau mau, bisa berburu sendiri di FindMyHosting.com. Sedangkan untuk registrar, bisa mengikuti saya ke GoDaddy atau mungkin riset lagi di forum WebHosting Talk.

Oh iya, tadi kan sempat menyinggung soal cPanel dan Fantastico. cPanel adalah sebuah interface (web based) yang disediakan oleh web hosting untuk kita mengatur website kita sendiri. Yang diatur misalnya email (menambah account, mengatur quota, dsb.), FTP (mengatur user dan folder yang bisa diakses, dsb,) subdomain (misalnya mau membuat aaaa.domainkita.com, bbbb.domainkita.com, dsb.) dan lain-lain. Sedangkan Fantastico adalah sebuah modul cPanel untuk membantu kita menginstall script/aplikasi yang siap pakai. Jadi, dengan beberapa klik, tanpa harus mengatur-atur script yang akan kita pakai, kita bisa menginstall blog, CMS (Content Management System), forum, photo gallery, dsb. dengan mudah. Untuk live demo, bisa mencoba sendiri dari website Fantastico, yaitu klik Live Demo.

Jadi, kalau kemarin ada yang mengirim email ke domain saya (saat ini digunakan oleh saya, istri dan adik saya), harap maklum kalau tidak di-reply karena mungkin nyangkut ketika domain saya bermasalah, mohon dikirimkan kembali..

Hasil Gambar Teman-teman FA

Tadi malam, pas FA (Family Altar = kelompok sel), seru juga ice breaker-nya. Begini prosesnya:

  1. Tiap orang diberi selembar kertas, lalu masing-masing menulis namanya di bagian atas.
  2. Sesuai aba-aba moderator, kertas dioper ke teman sebelah.
  3. Moderator mengumumkan "mata". Maka setiap orang harus menggambar mata dari si pemilik kertas yang saat itu dipegangnya.
  4. Langkah 2-3 diulang dengan aba-aba "alis", "mulut", "hidung", "telinga", "rambut", "dagu", dsb. sampai kertas tiba di pemiliknya semula.
  5. Kalau orangnya cukup banyak, selain menggambar, bisa juga ditambah dengan kata-kata inspirasi, kesan pertama bertemu, ayat-ayat Alkitab, dsb.

Nah, kita itu berdelapan. Aba-aba yang diberikan adalah:

  1. Mata
  2. Hidung
  3. Mulut
  4. Rambut dan garis/rangka muka (dagu)
  5. Salah satu karakter buah Roh yang dirasa menonjol
  6. Kalimat untuk mendorong/membangun (berguna kalau gambarnya terasa menjatuhkan moril hehe)
  7. Kesan waktu pertama kali bertemu

Bisa ditebak gimana parahnya karya-karya seni kita. Tapi saya termasuk yang ’selamat’ nggak terlalu hancur hasilnya, makanya berani mengusulkan supaya masing-masing mensubmit gambar dirinya sebagai primary photo di Friendster. Tapi ternyata semua masih tidak sepede itu hehehe..

Kalau dulu-dulu hasil permainan seperti ini lenyap entah ke mana, kali ini saya memutuskan untuk ‘mengabadikannya’ di blog. Rencananya cuma ingin menampilkan hasil scan-nya, tapi rasanya kok kurang garing begitu. Jadinya tadi hunting program untuk morphing yang bisa menampilkan tampang asli dan rekaan teman-teman. Berikut ini hasilnya..

Fa_gtmorph

Silakan diklik gambarnya untuk melihat perbandingan antara ciptaan Tuhan dengan ciptaan teman-teman hahaha..

Hasil yang lainnya adalah:

Gitu deh.. seru kan? Ikutan FA kita tiap Rabu malam di Holland Rd kalau ada di Singapore (hehe promosi nih ^_^)

Btw program morphing-nya search dari snapfiles.com yaitu ketemunya Sqirlz Morph. Lumayan impresif untuk sebuah freeware. Ukurannya juga kecil (612 KB). Sebenarnya dia bisa disave jadi .avi atau .swf (Flash movie) tapi tadi itu diconvert ke animated GIF dengan pertolongan Adobe Image Ready dan Photoshop.

Bawaku Masuk dalam HadiratMu

Ada satu lagu yang sudah lama ingin saya rekam. Tuhan memberi lagu ini kepada sobat baik saya, Hendrawan, kalau tidak salah sekitar 1997-1998. Waktu itu saya sedang haus-hausnya kembali mencari Tuhan setelah 2 tahun ‘tenggelam’ dalam hiruk-pikuknya dunia. Di masa-masa itu juga Tuhan merestorasi permainan gitar saya setelah hampir 2 tahun sebelumnya berhenti. Ehm, tapi bukannya berarti sekarang jago, secara teknis malah biasa saja. Namun yang terpenting, semua yang saya punya saya berikan yang terbaik untuk Tuhan, semata-mata karena saya mencintai Tuhan.

Download Lagu (MP3 - 2.47 MB)
Download Lirik & Chord (Word document - 23 KB)

PS: Happy birthday, my beloved wife. You’re trully the best thing ever happenned in my life. God loves you and so do I..

PPS: I’m really blessed by the song. Thanks for being my mentor, Sin.
PPPS: Thanks buat mikrofonnya, Ruben. Akan gua kembalikan secepatnya hehe..

Bawaku Masuk dalam HadiratMu
(c) Hendrawan Tanjaya

Bawaku masuk dalam hadiratMu
Jiwaku haus kasih setiaMu
Ku bersujud Tuhan dalam naunganMu
Kurasakan jamahanMu

Kuangkat hati ini kuserahkan padaMu
Ku mengerti hidupku di telapak tanganMu
Dan ku mengangkat tanganku Yesusku
MenyembahMu seumur hidupku

Dan kunyanyi puji Engkau di tempat kudusMu
Dan kunyanyi puji Engkau memanggil namaMu
Dan kunyanyi puji Engkau seumur hidupku
Dan kunyanyi puji Engkau memanggil namaMu
Oh Yesusku Tuhanku


Update 2005.06.19 12:21 - setelah dikoreksi penulisnya, ternyata judulnya itu "Bawaku Masuk dalam HadiratMu".. maap ya, ternyata selama 6-7 tahun ini ogut salah ingat judul hehehe… File download-nya juga sudah diupdate.

Alkohol Tidak Seluruhnya Menguap Ketika Dimasak

Hehe, iseng mau blog tentang ini karena Jumat lalu sempat ngobrol dikit soal ini ketika makan bareng beberapa teman setelah pulang dari kebaktian dewasa muda.

Ceritanya waktu itu kita makan di depan rumah, salah satu yang dipesan adalah "XO Crab Bee Hoon". Jadi, bihun digoreng/dicah pakai kepiting (utuh) dan dimasak dengan dengan XO (itu lho, minuman beralkohol, mungkin sejenis cognac kali ye). Pas pertama nyobain, ternyata nggak gitu kerasa bau alkoholnya sehingga muncul celetukan "alkoholnya nguap, gitu kok kalo masak pakai alkohol". Saya sih manggut-manggut saja karena memang tidak begitu bisa masak, apalagi istri tercinta kalau nggak salah juga konfirmasi, kan 2 saksi itu sah hehehe.. Tapi lama-lama terasa juga alkoholnya, apalagi pas makan kepitingnya, mungkin kurang rata ngaduknya. Berarti yang tinggal cuma baunya doang dong?

Nah, barusan nemu artikel Kitchen Myths dan di situ dijelaskan bahwa nggak semua alkohol menguap ketika dimasak. Bahkan di situ ada tabelnya yang menunjukkan berapa persen alkohol yang tinggal tergantung metode memasak:

Begitu.. Sip lah, another myth debunked ^_^

Ralat: kita makannya itu Senin lalu, setelah selesai YABS prayer meeting.

Menghilangkan kebiasaan gigit kuku

Tahu kan kalau kebiasaan menggigiti kuku atau ujung jari itu nggak bagus dan nggak sehat? Tahu dong pastiii. Nggak pernah kan ngeliat CEO atau direkturmu kedapatan sedang menggigit-gigit kukunya hehehe.. Nah, buat yang punya hobby menggigiti kuku dan ingin supaya kebiasaannya ini hilang, bisa mencoba cara berikut:

  1. Ambil sebuah karet gelang dan pasang ke pergelangan tangan, kiri atau kanan tidak masalah.
  2. Setiap kali kita sadar bahwa kita sedang menggigiti kuku, tarik karet gelang agak jauh, lalu lepaskan supaya terasa sakit di tangan kita. Tapi jangan terlalu kencang sampai bertanda, cukup sampai cengengesan sendiri aja.
  3. Lakukan juga ketika kita berpikir akan menggigit kuku.

Dalam dua minggu, kalau tidak berhenti juga, minimal pasti ada perubahan berarti.

Sumber artikel: Lifehack: how to stop biting your nails
Tambahan info: Conditioning
Kalau nggak salah pencetusnya Robert G. Allen di buku The One Minute Millionaire

Sharing di Menara Doa YABS, 13 Juni 2005

Senin malam lalu, saya diberi giliran untuk sharing di Menara Doa YABS (Young Adults Bethany Singapore). Sebelumnya, saya sudah mempersiapkan sedikit catatan. Berhubung persiapannya waktu itu dalam bahasa Inggris, jadinya di-post ke blog yang lain: Sharing Note at YABS Prayer Meeting, 13 June 2005.

Menghilangkan Horoscope di Friendster

Barusan cek email dapet newsletter dari Friendster. Biasanya announcement atau newsletter model gini langsung ‘tak delete. Cuma kali ini nggak tau kenapa dibaca juga. Eh, ternyata ketemu cara untuk menghilangkan yang sudah lama terasa mengganggu: horoscope.

Jadi caranya:

  1. Masuk ke "account settings" - itu lho yang dekat tombol "log out" di atas kanan
  2. Scroll down sampai ke item nomor 2 dari bawah
  3. Itemnya itu "Show Horoscope", pilih "No"
  4. Tekan tombol "Save"

Jawaban resminya bisa dilihat di sini. Ternyata banyak juga yang tidak suka feature horoscope ini lho, bisa dibaca dari diskusi di forum.

Sebelum Menekan Tombol Forward

Duluuuu, waktu jaman saya pertama-tama mulai pakai email (sekitar 1997), email berantai lumayan ‘ngetrend’, mungkin lebih ngetrend daripada spam. Karena jaman dulu itu kita masih pada baru, jadi biasanya kita masih pada ’sopan-sopan’ deh ngeforward email tersebut ke 10 temen-temen yang laen. Apalagi bagi yang, maaf, imannya belum kuat-kuat banget, kan biasanya di akhir email berantai diberi ‘mantra-mantra’ yang mengancam model "kalo kagak diforward, liatin aja 10 hari ke depan bakal nyesel deh loe.." Langsung deh Ctrl-F, tekan Address Book, pilih 10 korban, Send..

Lama-lama orang bosen dan sadar juga. Ternyata menerima surat berantai itu lebih nggak enak daripada mengirimkan surat berantai. Apalagi dibarengi oleh booming-nya spamming, udah kaya main game aja, mata sama tangan harus koordinasi yang bagus: mata buat jadi filter, tangan buat teken tombol delete. Yang lebih kasihan lagi yang nggak biasa pakai keyboard, tangan goyangin mouse mondar-mandir ke tombol "tong sampah" dan ke email yang mau dibuang. Ribet dah.

Tapi ternyata sampai sekarang yang namanya email berantai itu masih eksis banget. Sekarang bentuknya lain, lebih "sopan-sopan", lebih menghargai sang korban hehehe. Sekarang email berantai muncul dalam bentuk presentasi atau slideshow, baik dalam Flash movie atau PowerPoint slideshow atau yang lain-lainnya.

Kalau yang versi Kristen, modelnya kira-kira begini: ada 20 kalimat inspirasional, masing-masing kalimat ada dalam slidenya masing-masing. Tiap slide ada gambarnya, pemandangan, binatang, bunga, dkk, wuih pokoknya bagus-bagus. Nah, setelah akhir presentasi itu, baru deh muncul pesan sponsor: "Anda diberkati dengan hal ini? Pasti doong diberkati.. Naah kalo merasa diberkati, kirimkan ke teman-teman yang Anda kasihi supaya mereka menikmati berkat yang sama. Tapi kalau Anda nggak mengasihi teman-teman Anda, nggak usah repot-repot deh forward, di-delete aja langsung. (tambahan dari redaksi: egois loe. hehehe..)"

Kalau yang versi lain, mirip-mirip: slide-slide, gambar-gambar, pesan sponsor: mulai dari "Kalau Anda mengirimkan ini ke 10 teman Anda, Anda akan segera mengalami hal-hal baik itu selama 10 hari. Jika tidak, maka siap-siaplah menerima 10 kemalangan yang akan menimpa Anda," sampai "Kirimkan ini ke teman-teman Anda agar mereka tahu bahwa Anda selalu care dengan mereka. Jangan lupa kirimkan kembali ke teman Anda yang mengirimkan email ini kepada Anda, agar mereka tahu bukan mereka saja yang care, tapi Anda juga!!"

Ehm, kalau yang terakhir terjadi, kapan abisnya? Tapi saya seneng nih email berantai model yang terakhir, biar kapok yang ngirimin. Kalau diturutin dikirim ke 10 teman, berarti dia siap menerima 10 balasan email yang sama dari teman yang dia kirim hehehe..

Tapi apa beneran bisa kapok? Sepertinya tidak juga. Jaman sekarang kebanyakan orang memakai web based email seperti Yahoo, Hotmail, Gmail, dsb. Karena web based, mereka tidak mengalami gemesnya menunggu download-an email selesai seperti yang dialami pengguna mail client biasa (Outlook, Lotus Notes, Eudora, Pegasus, dsb). Kalau dulu jaman masih menggunakan dial-up dengan kecepatan 56Kbps, untuk mendownload 1 email berantai berisi PowerPoint slide sebesar 200KB itu butuh 30 detik. Kalau ada sepuluh berarti 5 menit. Kalau email penting dari bos ternyata ada di email ke 11, berarti bos nunggu dulu ye 5 menit buat download plus 1 menit buat delete spam/email berantai. Setelah ada broadband, keadaannya jauh lebih baik (bagi lalu lintas spam dan email berantai).

Yang berantai-berantai ini ternyata nggak hanya menyerang email, tapi sekarang juga messaging lainnya seperti:

Sebenarnya, kenapa sih saya pusing-pusing soal spam berantai ini? Nggak mengganggu ini, tinggal delete. Secara teknis sih memang sudah nggak terlalu "mengganggu", cuma saya membayangkan seandainya kita bisa berpikir sekali lagi sebelum menekan tombol "Send", maka secara keseluruhan pengalaman berinternet akan lebih baik.

Lalu alasan lainnya adalah, saya suka merasa sayang bener, isi presentasinya sering bagus-bagus, tapi karena ada pesan diujungnya itu membuat saya jadi malas untuk forward ke yang lain - karena berarti saya nggak walk the talk, nggak melakukan apa yang saya ‘kotbahkan’. Selain itu, seandainya presentasinya dikemas lebih ringkas misalnya dalam HTML biasa, ukurannya pasti bisa berkurang jauh dari 200KB jadi 20KB. Gambar pemandangan dan bunga kan bisa kita temui banyak di site-site lain.

Jadi, di sini saya menyampaikan ajakan, untuk berpikir satuuu kali lagi saja, sebelum menekan tombol Send atau Forward. Adik saya di Jakarta yang masih pakai dial-up 33.6Kbps pasti jelas mengerti hal ini hehehe.. Kalau setelah dipikir lagi tetap mau forward, nah baru forward deh.

Post Pertama

Test, test.. ehem..

Akhirnya saya memutuskan untuk buka blog baru, kali ini dalam bahasa Indonesia. Dan seperti yang bisa dilihat di subtitle-nya, bukan dalam bahasa Indonesia baku. Dan sebisa mungkin juga nggak dalam bahasa yang campur-campur (kecuali kepepet).

I still keep my ‘official’ blog Selah to Hagah at ganius.tanuel.com and will blog there occasionally as well. It’s just that English not being my mother tongue, sometime I need to post a quick note where I don’t need to pause long to ponder more - hence the name: Selah to Hagah.

Yak.. di atas itu mudah-mudahan cuma yang pertama dan terakhir disampaikan dalam bahasa Inggris. Selain alasan-alasan di atas, saya juga punya ‘misi khusus’ untuk memberikan ‘edukasi’ ataupun ‘motivasi’ kepada teman-teman yang ngeblog-nya kurang lancar atau IT-nya rada gaptek hehehe.. bercanda ding. Alasan sebenarnya adalah: kalo ngeblog sendiri kagak ada yg baca lama-lama kan bisa bosen, nah Friendster kan beken, siapa tau kita bisa ngikut beken yak..

Alasan lainnya adalah sekalian mo nyobain TypePad, lebih canggih mana sih sama WordPress. Ternyata blogging itu gak cuma sedaun kelor aja hehehe.. Trus alasan yang lain lagi adalah menjaga komunikasi dengan temen-temen dan sodara-sodara. Kalau pakai bahasa Inggris kan kesannya kurang membumi tuh (padahal kan maksud sebenarnya buat latihan lho), nah kalo gini kan gampang nyambung-nyambungnya. Contohnya adalah blog adik sepupu saya All About Anung yang lucu.. (blognya yang lucu, orangnya sih lumayan giant boo =P)

Ok dah gitu aja gak panjang-panjang dulu, ntar takut bosen.