Professional Software Development
Posted on August 8, 2005
Filed under Buku
Sebenarnya di posting sebelumnya saya ingin membahas tentang buku ini, tapi jadi terlanjur cerita panjang mengenai perihal "membaca buku" itu sendiri.
Salah satu buku yang mulai saya baca sejak minggu lalu adalah Professional Software Development oleh Steve McConnell. Sejauh ini lumayan berhasil, sampai dengan selamat di chapter 6 hehe.
Bagi yang berkecimpung di dunia software develoment atau software engineering, nama Steve McConnell tentunya tidak asing lagi. Hampir semua buku-bukunya bisa dibilang langsung jadi karya klasik begitu terbit - ehm, maaf kalau gaya review saya terlalu heboh =P Klasik maksudnya authoritative, bukannya kuno. Tapi saya sendiri baru membaca buku ini dari keseluruhan karyanya.
Waktu membaca judulnya, saya sempat ragu karena sekilas agak bernada ‘jual obat’: Professional gitu lho. Tapi ya karena pengarangnya itu Steve McConnell, dan buku ini agak jarang muncul di rak library (selalu di-reserve orang lain), saya bawa pulang juga akhirnya. Hitung-hitung mau melihat seberapa ‘authoritative’-nya sih Steve McConnell ini.
Ternyata memang sesuai dengan popularitasnya. Sangat-sangat impresif - minimal buat saya. Gaya paparannya sangat jelas dan kena sasaran. Klasik. Rasanya sih perlu beli sendiri karena di dalamnya banyak referensi ke banyak buku/artikel/jurnal yang lain.
Dari 5 chapter pertama yang saya baca, pengalaman membaca buku Tricks of The Programming Gurus seperti terulang lagi. Semua kata-perkata seperti terasa hidup menusuk pikiran saya sehingga berkali-kali saya menggumam sendiri "Benaar… harusnya begini. Oooh.. rupanya begitu. Aaahh.. pantesan jadi kaya gono.."
-break- Untung saya sudah beristri. Kalau belum, bakal diledek banyak orang dengan "get a life, man!" melihat tingkat nerdity saya yang lumayan tinggi =P
Anyway, saya jadi teringat beberapa minggu yang lalu percakapan dengan seorang adik di gereja yang masih duduk di secondary school. Dia tertarik dengan computing dan berniat untuk meneruskan pendidikannya di Australia dengan major Software Engineering. Waktu itu saya dengan ‘bijaknya’ menyarankan supaya dia mengambil Computer Science saja, lebih luas pembahasannya, kalau nantinya tetap tertarik dengan software engineering bisa branch out atau belajar sendiri.
Ternyata di chapter 4 dan 5 buku ini argumen saya dibantai habis =P Software Engineering itu bukan subset dari Computer Science. Yang sering terjadi adalah miskonsepsi atau oversimplifikasi tentang hal ini. Berikut ini beberapa kutipan dari chapter 4 dan 5.
Pekerjaan engineering tidak dikerjakan oleh trained software engineer tetapi malah oleh computer scientist:
Universities award computer science degrees, and they normally expect their computer science students to obtain software development jobs in which they will immediately begin solving real-world problems.
… This puts computer science students into a technological no-man’s land. They are called scientists, but they are performing job functions that are traditionally performed by engineers, without the benefit of engineering training.
Lembaga formal kurang menyediakan infrastruktur yang memadai dalam menyediakan pendidikan software engineering:
The lack of professional development isn’t solely the software developer’s failure. The software world has become a victim of its own success. The software job market has been growing faster than the educational infrastructure needed to support it … The educational infrastructure has fallen behind industry’s need.
Beberapa orang mengira software engineering = computer programming:
Some people think that "software engineering" is just a buzzword that means the same thing as "computer programming". Admittedly, "software engineering" has been misused.
Banyak programmer ‘profesional’ yang menilai software construction (programming dan sekitarnya) adalah hal yang paling penting dalam software engineering:
"Many practicing programmers work as though software construction is the only knowledge area that matters. As important as that area is, it is only one of ten areas that a professional software engineer should now." (semua huruf miring dari saya)
Walau hal-hal di atas sedikit banyak sudah saya ketahui/rasakan sejalan dengan pengalaman ‘profesional’ yang saya miliki, menurut saya Steve sangat berhasil dalam menyampaikan urgensi/kepentingan di pemikirannya.
Di kesempatan mendatang saya bertemu dengan rekan saya tersebut, rasanya saya akan mendukung dia untuk mengambil Software Engineering sebagai pendidikan under graduate-nya. Sudah terlalu banyak computer scientist jebolan berbagai universitas yang mengalami pahitnya pengalaman ber-engineering tanpa bekal yang cukup. Termasuk saya juga rasanya. Jika ada seorang pemuda/i yang mau dan bisa dilatih sebagai engineer, mengapa dia harus menjadi seorang scientist? Dunia memerlukan keduanya, dan bahkan pada kenyataannya dunia komersil kebanyakan lebih memerlukan engineer daripada, ya itu, scientist.
Hehehe jadi esmosi gini, nggak ada maksud mendiskreditkan scientist kok. Saya sendiri adalah seorang scientist at heart, tapi tetap butuh menjadi seorang engineer at work. Cuma memang lumayan ‘keras’ juga pengalaman kerja yang dibutuhkan untuk menimbulkan kesadaran akan hal ini. Seandainya waktu kuliah dulu Software Engineering bukan hanya sekedar salah satu mata kuliah (ditambah sangat membosankan dan terasa out-of-date waktu itu), paling nggak kan saya tidak merasa ‘ter-bully’ selama 5 tahun ini hehehe…
Sebagai penutup, blog entry kali ini saya dedikasikan buat teman-teman di company saya yang lama (when the going gets tough, the tough getting tougher ajee.. =P) dan ‘adik-adik’ saya yang manis ^___^ You MUST read all Steve McConnell’s books, start with this one!
PS: Beginilah kalau pakai free service, tidak bisa banyak mengatur. Posting saya sebelumnya yang berjudul "Mulai baca buku" ternyata diberi permalink "setelah_67_tahu.html" gara-gara ketika meng-save draft-nya pertama kali lupa diberi judul. Nggak begitu mengganggu sih, tapi sebagian jiwa perfeksionis saya lumayan "teriak-teriak" =P Jadi bagi sodara-sodara yang ‘rada-rada’ - seperti saya, ingat ya untuk beri judul, tentukan kategori dsb. sebelum meng-save sebagai draft.
Comments
3 Responses to “Professional Software Development”
Leave a Reply
barusan liad bukunya..
hasilnya:
mata berkunang2…
huwa…
tulisan semuaa… T_T
Hehehe.. tapi penting tuh dibaca. Enlarge your vision. The truth will set you free ^_~
PS: sori baru ke-reply sekarang, gak nyadar kelewatan comment-nya.
Buku bagus, terutama mengenai konsep Science vs Engineering. Buku wajib neh buat dibaca sama programmer.