Menahan diri untuk bertanya
Sekitar tahun 2000-2001, ketika masih aktif di forum diskusi milik lembaga pendidikan tempat saya dulu bekerja, saya sempat terlibat diskusi hangat "melawan" seseorang yang menurut saya melakukan pemburukan nama baik salah satu staf (yang senior) di bagian lain. Waktu itu masalahnya sendiri dapat diselesaikan dengan cepat. Namun demikian, seorang teman sempat nyeletuk: "Elo sih Get, war melulu," yang sedikit-banyak mengindikasikan adanya damage yang terjadi.
Lalu saya mendapatkan sebuah saran yang sangat baik oleh salah seorang (bapak) senior yang masih saya ingat sampai sekarang:
"Jika menerima post yang membawa muatan negatif, jangan segera dibalas. Biarkan post itu selama 2 jam. Setelah 2 jam, baru kunjungi kembali post tersebut. Jika saat itu di hati masih terasa panas, terlepas siapa benar atau salah atau tidak 2-2nya, tunggu lagi selama 2 hari. Jika setelah 2 hari keadaannya masih sama, tunggu selama seminggu lagi."
Walau kadang saya suka "iseng", nasihat ini termasuk berjasa menyelamatkan saya dari beberapa insiden yang tidak perlu (dan memang tidak terjadi).
---
Terus terang, post ini saya tulis untuk mengingatkan diri saya sendiri. Beberapa perkara yang saat ini menurut saya sulit dimengerti, sementara ini mungkin yang terbaik adalah untuk tidak memperoleh penjelasan.
Atau bahkan jika "sementara" ternyata "selamanya", well.. I did say that I'm just a pail, didn't I?
Bertahanlah teman, engkau berhak memiliki jeda, sepanjang apapun itu.

Hai.. long time no blog. :D
tp.. namanye esmosi.. masa ada posting noel kita, kite diem aje.. embat balekkk broo!! ^O^
Posted by: Anung | July 4, 2006 11:14 PM
Nung, reply-nya ada di post yang berikutnya yak :-)
Posted by: Ganius | July 5, 2006 03:48 PM