Menahan diri untuk bertanya

Sekitar tahun 2000-2001, ketika masih aktif di forum diskusi milik lembaga pendidikan tempat saya dulu bekerja, saya sempat terlibat diskusi hangat "melawan" seseorang yang menurut saya melakukan pemburukan nama baik salah satu staf (yang senior) di bagian lain. Waktu itu masalahnya sendiri dapat diselesaikan dengan cepat. Namun demikian, seorang teman sempat nyeletuk: "Elo sih Get, war melulu," yang sedikit-banyak mengindikasikan adanya damage yang terjadi.

Lalu saya mendapatkan sebuah saran yang sangat baik oleh salah seorang (bapak) senior yang masih saya ingat sampai sekarang:

"Jika menerima post yang membawa muatan negatif, jangan segera dibalas. Biarkan post itu selama 2 jam. Setelah 2 jam, baru kunjungi kembali post tersebut. Jika saat itu di hati masih terasa panas, terlepas siapa benar atau salah atau tidak 2-2nya, tunggu lagi selama 2 hari. Jika setelah 2 hari keadaannya masih sama, tunggu selama seminggu lagi."

Walau kadang saya suka "iseng", nasihat ini termasuk berjasa menyelamatkan saya dari beberapa insiden yang tidak perlu (dan memang tidak terjadi).
---

Terus terang, post ini saya tulis untuk mengingatkan diri saya sendiri. Beberapa perkara yang saat ini menurut saya sulit dimengerti, sementara ini mungkin yang terbaik adalah untuk tidak memperoleh penjelasan.

Atau bahkan jika "sementara" ternyata "selamanya", well.. I did say that I'm just a pail, didn't I?

Bertahanlah teman, engkau berhak memiliki jeda, sepanjang apapun itu.

Saingan baru Friendster: Google Romance

Sebenarnya nggak begitu tepat dibilang sebagai saingannya Friendster, karena arahnya lebih ke dating. Analisa saya, mungkin ketimbang membeli Facebook sebesar $2.1 milyar, Google lebih memilih untuk mengembangkan social networking-nya sendiri. Lagipula sudah ada Orkut di tangan, ngapain beli yang baru? Lebih baik pendayagunaan departemen R&D-nya dimaksimalkan.

Muncullah yang akan menjadi trend baru: Contextual Dating. Apa itu Contextual Dating? Berikut ini jawaban yang diambil dari bagian FAQ dari produk Google yang tergres: Google Romance.

6. What is Contextual Dating?
It’s a free date plus the added accrued value of the past decade’s worth of post-Industrial Age online marketing genius, all tied into a real-time, video-based, GPS-tracked, psychographically astute and environmentally pervasive promotional system.

Wuih, keren. Saya sendiri nggak ngerti maksudnya apa hehehe. Tapi setelah mengikuti tour yang disediakan, jadi lumayan paham. Silakan membaca sendiri agar lebih jelas.

Karena masih baru banget, saya iseng juga memasukkan profile saya ke sana. Lumayan, kalau Anda mencari "geek in singapore", saya sekarang no #1 nih ^_^


Kalau sampai saat ini masih belum ngeh juga, berarti: Selamat.. Anda dengan sukses telah dikerjain oleh Google beserta ratusan blogger lainnya dalam rangka April's Fool.. ^___^

tanuel.com bermasalah

Sudah 2-3 hari ini website/domain pribadi saya down. Mulanya hanya domain name-nya saja yang bermasalah, tapi hari ini ternyata websitenya juga kena. Mungkin dimaksudkan supaya saya istirahat email selama beberapa hari. Hmm.. bagus juga..

Saya sebenarnya ingin menceritakan masalahnya di mana, tapi sepertinya cukuplah saya mengatakannya seperti ini: carilah domain registrar yang populer memiliki servis yang baik walaupun harga sedikit lebih di atas dari yang murah meriah. Sampai sekarang saya belum menemukan (dari googling dan membaca-baca forum) registrar yang bisa dikategorikan 'sempurna'. Setiap orang ternyata punya preferensinya masing-masing, dan seringkali saling kontradiktif dalam memberikan penilaian akan suatu domain registrar. Saya pribadi masih cenderung percaya dengan GoDaddy, cuma sayangnya ketika renew awal Juni ini saya 'terpikat' dengan 1 US$ lebih murah untuk renewal dengan registrar saya yang sekarang ini. Keputusan yang ternyata kurang baik, support-nya benar-benar kurang responsif.

Ya sudahlah, yang penting sekarang masalah domain sudah beres.

Sekarang masalah web hosting. Nah, kalau yang ini ogut bisa kasih tahu namanya, Quality Host Online. Hehehe, namanya sih terdengar agak 'spammy' gitu, tapi percaya deh, service dan support-nya itu top sekalee. Responsif, helpful, superb deh pokoknya. Memang sih kadang-kadang servernya down, tapi seperti ada yang bilang: you get what you've paid for. Memang murah meriah harganya, mulai dari US$11.40 pertahun sudah dapat 1 MySQL database dan cukup space + bandwidth. Lengkap dengan cPanel dan Fantastico (penjelasannya ntar di bawah). Tapi yang paling penting adalah: customer/technical support-nya sangat responsif dan helpful.

Jadi, kemarin waktu tanuel.com bermasalah, website dan email nggak bisa diakses, saya kirim support ticket ke dua-duanya: domain registrar dan web hosting. Domain registrar tiada jawaban sedangkan web hosting menjawab dalam waktu kurang dari 1 jam. Dan setelah 10 email tanya-jawab kemudian, ditemukan masalahnya ada pada domain registrar. Name server-nya entah bagaimana sempat menunjuk ke server yang salah sehingga tanuel.com itu dilarikan ke website 'orang lain' (milik si registrar). Jadi, kembali saya update support ticket-nya dengan informasi yang diperoleh dari web hosting. Secara teknis, masalahnya sendiri sebenarnya akan terselesaikan dengan sendirinya, yaitu setelah lewat waktu 24-48 jam (menunggu DNS refresh). Namun jujur aja saya lumayan kecewa karena respon mereka singkat sekali dan itupun tidak menyinggung masalah teknis sama sekali, hanya masalah billing. Sudah sangat-sangat pasti domain ini akan saya pindahkan ke registrar lainnya bulan Mei tahun depan.

Begitu ceritanya. Jadi, kalau untuk hosting yang murah tapi meriah, Quality Host Online adalah pilihan yang sangat bagus. Atau kalau mau, bisa berburu sendiri di FindMyHosting.com. Sedangkan untuk registrar, bisa mengikuti saya ke GoDaddy atau mungkin riset lagi di forum WebHosting Talk.

Oh iya, tadi kan sempat menyinggung soal cPanel dan Fantastico. cPanel adalah sebuah interface (web based) yang disediakan oleh web hosting untuk kita mengatur website kita sendiri. Yang diatur misalnya email (menambah account, mengatur quota, dsb.), FTP (mengatur user dan folder yang bisa diakses, dsb,) subdomain (misalnya mau membuat aaaa.domainkita.com, bbbb.domainkita.com, dsb.) dan lain-lain. Sedangkan Fantastico adalah sebuah modul cPanel untuk membantu kita menginstall script/aplikasi yang siap pakai. Jadi, dengan beberapa klik, tanpa harus mengatur-atur script yang akan kita pakai, kita bisa menginstall blog, CMS (Content Management System), forum, photo gallery, dsb. dengan mudah. Untuk live demo, bisa mencoba sendiri dari website Fantastico, yaitu klik Live Demo.

Jadi, kalau kemarin ada yang mengirim email ke domain saya (saat ini digunakan oleh saya, istri dan adik saya), harap maklum kalau tidak di-reply karena mungkin nyangkut ketika domain saya bermasalah, mohon dikirimkan kembali..

Sebelum Menekan Tombol Forward

Duluuuu, waktu jaman saya pertama-tama mulai pakai email (sekitar 1997), email berantai lumayan 'ngetrend', mungkin lebih ngetrend daripada spam. Karena jaman dulu itu kita masih pada baru, jadi biasanya kita masih pada 'sopan-sopan' deh ngeforward email tersebut ke 10 temen-temen yang laen. Apalagi bagi yang, maaf, imannya belum kuat-kuat banget, kan biasanya di akhir email berantai diberi 'mantra-mantra' yang mengancam model "kalo kagak diforward, liatin aja 10 hari ke depan bakal nyesel deh loe.." Langsung deh Ctrl-F, tekan Address Book, pilih 10 korban, Send..

Lama-lama orang bosen dan sadar juga. Ternyata menerima surat berantai itu lebih nggak enak daripada mengirimkan surat berantai. Apalagi dibarengi oleh booming-nya spamming, udah kaya main game aja, mata sama tangan harus koordinasi yang bagus: mata buat jadi filter, tangan buat teken tombol delete. Yang lebih kasihan lagi yang nggak biasa pakai keyboard, tangan goyangin mouse mondar-mandir ke tombol "tong sampah" dan ke email yang mau dibuang. Ribet dah.

Tapi ternyata sampai sekarang yang namanya email berantai itu masih eksis banget. Sekarang bentuknya lain, lebih "sopan-sopan", lebih menghargai sang korban hehehe. Sekarang email berantai muncul dalam bentuk presentasi atau slideshow, baik dalam Flash movie atau PowerPoint slideshow atau yang lain-lainnya.

Kalau yang versi Kristen, modelnya kira-kira begini: ada 20 kalimat inspirasional, masing-masing kalimat ada dalam slidenya masing-masing. Tiap slide ada gambarnya, pemandangan, binatang, bunga, dkk, wuih pokoknya bagus-bagus. Nah, setelah akhir presentasi itu, baru deh muncul pesan sponsor: "Anda diberkati dengan hal ini? Pasti doong diberkati.. Naah kalo merasa diberkati, kirimkan ke teman-teman yang Anda kasihi supaya mereka menikmati berkat yang sama. Tapi kalau Anda nggak mengasihi teman-teman Anda, nggak usah repot-repot deh forward, di-delete aja langsung. (tambahan dari redaksi: egois loe. hehehe..)"

Kalau yang versi lain, mirip-mirip: slide-slide, gambar-gambar, pesan sponsor: mulai dari "Kalau Anda mengirimkan ini ke 10 teman Anda, Anda akan segera mengalami hal-hal baik itu selama 10 hari. Jika tidak, maka siap-siaplah menerima 10 kemalangan yang akan menimpa Anda," sampai "Kirimkan ini ke teman-teman Anda agar mereka tahu bahwa Anda selalu care dengan mereka. Jangan lupa kirimkan kembali ke teman Anda yang mengirimkan email ini kepada Anda, agar mereka tahu bukan mereka saja yang care, tapi Anda juga!!"

Ehm, kalau yang terakhir terjadi, kapan abisnya? Tapi saya seneng nih email berantai model yang terakhir, biar kapok yang ngirimin. Kalau diturutin dikirim ke 10 teman, berarti dia siap menerima 10 balasan email yang sama dari teman yang dia kirim hehehe..

Tapi apa beneran bisa kapok? Sepertinya tidak juga. Jaman sekarang kebanyakan orang memakai web based email seperti Yahoo, Hotmail, Gmail, dsb. Karena web based, mereka tidak mengalami gemesnya menunggu download-an email selesai seperti yang dialami pengguna mail client biasa (Outlook, Lotus Notes, Eudora, Pegasus, dsb). Kalau dulu jaman masih menggunakan dial-up dengan kecepatan 56Kbps, untuk mendownload 1 email berantai berisi PowerPoint slide sebesar 200KB itu butuh 30 detik. Kalau ada sepuluh berarti 5 menit. Kalau email penting dari bos ternyata ada di email ke 11, berarti bos nunggu dulu ye 5 menit buat download plus 1 menit buat delete spam/email berantai. Setelah ada broadband, keadaannya jauh lebih baik (bagi lalu lintas spam dan email berantai).

Yang berantai-berantai ini ternyata nggak hanya menyerang email, tapi sekarang juga messaging lainnya seperti:

  • Instant Messaging (Yahoo! Messenger, MSN Messenger, dsb)
    Sudah beberapa kali saya menerima message berbunyi "Harap mem-broadcast message ini ke semua teman Anda. Yahoo sedang mengadakan pengecekan account yang tidak aktif. Jika Anda tidak mem-broadcast message ini, maka dalam 2 hari account Anda akan dihapus."
  • SMS
    Mulai dari berita pemboman, hadiah undian, sampai cerita iseng.
  • bahkan Friendster
    Mirip seperti Yahoo! Messenger di atas.

Sebenarnya, kenapa sih saya pusing-pusing soal spam berantai ini? Nggak mengganggu ini, tinggal delete. Secara teknis sih memang sudah nggak terlalu "mengganggu", cuma saya membayangkan seandainya kita bisa berpikir sekali lagi sebelum menekan tombol "Send", maka secara keseluruhan pengalaman berinternet akan lebih baik.

Lalu alasan lainnya adalah, saya suka merasa sayang bener, isi presentasinya sering bagus-bagus, tapi karena ada pesan diujungnya itu membuat saya jadi malas untuk forward ke yang lain - karena berarti saya nggak walk the talk, nggak melakukan apa yang saya 'kotbahkan'. Selain itu, seandainya presentasinya dikemas lebih ringkas misalnya dalam HTML biasa, ukurannya pasti bisa berkurang jauh dari 200KB jadi 20KB. Gambar pemandangan dan bunga kan bisa kita temui banyak di site-site lain.

Jadi, di sini saya menyampaikan ajakan, untuk berpikir satuuu kali lagi saja, sebelum menekan tombol Send atau Forward. Adik saya di Jakarta yang masih pakai dial-up 33.6Kbps pasti jelas mengerti hal ini hehehe.. Kalau setelah dipikir lagi tetap mau forward, nah baru forward deh.