Duluuuu, waktu jaman saya pertama-tama mulai pakai email (sekitar 1997), email berantai lumayan 'ngetrend', mungkin lebih ngetrend daripada spam. Karena jaman dulu itu kita masih pada baru, jadi biasanya kita masih pada 'sopan-sopan' deh ngeforward email tersebut ke 10 temen-temen yang laen. Apalagi bagi yang, maaf, imannya belum kuat-kuat banget, kan biasanya di akhir email berantai diberi 'mantra-mantra' yang mengancam model "kalo kagak diforward, liatin aja 10 hari ke depan bakal nyesel deh loe.." Langsung deh Ctrl-F, tekan Address Book, pilih 10 korban, Send..
Lama-lama orang bosen dan sadar juga. Ternyata menerima surat berantai itu lebih nggak enak daripada mengirimkan surat berantai. Apalagi dibarengi oleh booming-nya spamming, udah kaya main game aja, mata sama tangan harus koordinasi yang bagus: mata buat jadi filter, tangan buat teken tombol delete. Yang lebih kasihan lagi yang nggak biasa pakai keyboard, tangan goyangin mouse mondar-mandir ke tombol "tong sampah" dan ke email yang mau dibuang. Ribet dah.
Tapi ternyata sampai sekarang yang namanya email berantai itu masih eksis banget. Sekarang bentuknya lain, lebih "sopan-sopan", lebih menghargai sang korban hehehe. Sekarang email berantai muncul dalam bentuk presentasi atau slideshow, baik dalam Flash movie atau PowerPoint slideshow atau yang lain-lainnya.
Kalau yang versi Kristen, modelnya kira-kira begini: ada 20 kalimat inspirasional, masing-masing kalimat ada dalam slidenya masing-masing. Tiap slide ada gambarnya, pemandangan, binatang, bunga, dkk, wuih pokoknya bagus-bagus. Nah, setelah akhir presentasi itu, baru deh muncul pesan sponsor: "Anda diberkati dengan hal ini? Pasti doong diberkati.. Naah kalo merasa diberkati, kirimkan ke teman-teman yang Anda kasihi supaya mereka menikmati berkat yang sama. Tapi kalau Anda nggak mengasihi teman-teman Anda, nggak usah repot-repot deh forward, di-delete aja langsung. (tambahan dari redaksi: egois loe. hehehe..)"
Kalau yang versi lain, mirip-mirip: slide-slide, gambar-gambar, pesan sponsor: mulai dari "Kalau Anda mengirimkan ini ke 10 teman Anda, Anda akan segera mengalami hal-hal baik itu selama 10 hari. Jika tidak, maka siap-siaplah menerima 10 kemalangan yang akan menimpa Anda," sampai "Kirimkan ini ke teman-teman Anda agar mereka tahu bahwa Anda selalu care dengan mereka. Jangan lupa kirimkan kembali ke teman Anda yang mengirimkan email ini kepada Anda, agar mereka tahu bukan mereka saja yang care, tapi Anda juga!!"
Ehm, kalau yang terakhir terjadi, kapan abisnya? Tapi saya seneng nih email berantai model yang terakhir, biar kapok yang ngirimin. Kalau diturutin dikirim ke 10 teman, berarti dia siap menerima 10 balasan email yang sama dari teman yang dia kirim hehehe..
Tapi apa beneran bisa kapok? Sepertinya tidak juga. Jaman sekarang kebanyakan orang memakai web based email seperti Yahoo, Hotmail, Gmail, dsb. Karena web based, mereka tidak mengalami gemesnya menunggu download-an email selesai seperti yang dialami pengguna mail client biasa (Outlook, Lotus Notes, Eudora, Pegasus, dsb). Kalau dulu jaman masih menggunakan dial-up dengan kecepatan 56Kbps, untuk mendownload 1 email berantai berisi PowerPoint slide sebesar 200KB itu butuh 30 detik. Kalau ada sepuluh berarti 5 menit. Kalau email penting dari bos ternyata ada di email ke 11, berarti bos nunggu dulu ye 5 menit buat download plus 1 menit buat delete spam/email berantai. Setelah ada broadband, keadaannya jauh lebih baik (bagi lalu lintas spam dan email berantai).
Yang berantai-berantai ini ternyata nggak hanya menyerang email, tapi sekarang juga messaging lainnya seperti:
- Instant Messaging (Yahoo! Messenger, MSN Messenger, dsb)
Sudah beberapa kali saya menerima message berbunyi "Harap mem-broadcast
message ini ke semua teman Anda. Yahoo sedang mengadakan pengecekan
account yang tidak aktif. Jika Anda tidak mem-broadcast message ini,
maka dalam 2 hari account Anda akan dihapus."
- SMS
Mulai dari berita pemboman, hadiah undian, sampai cerita iseng.
- bahkan Friendster
Mirip seperti Yahoo! Messenger di atas.
Sebenarnya, kenapa sih saya pusing-pusing soal spam berantai ini? Nggak mengganggu ini, tinggal delete. Secara teknis sih memang sudah nggak terlalu "mengganggu", cuma saya membayangkan seandainya kita bisa berpikir sekali lagi sebelum menekan tombol "Send", maka secara keseluruhan pengalaman berinternet akan lebih baik.
Lalu alasan lainnya adalah, saya suka merasa sayang bener, isi presentasinya sering bagus-bagus, tapi karena ada pesan diujungnya itu membuat saya jadi malas untuk forward ke yang lain - karena berarti saya nggak walk the talk, nggak melakukan apa yang saya 'kotbahkan'. Selain itu, seandainya presentasinya dikemas lebih ringkas misalnya dalam HTML biasa, ukurannya pasti bisa berkurang jauh dari 200KB jadi 20KB. Gambar pemandangan dan bunga kan bisa kita temui banyak di site-site lain.
Jadi, di sini saya menyampaikan ajakan, untuk berpikir satuuu kali lagi saja, sebelum menekan tombol Send atau Forward. Adik saya di Jakarta yang masih pakai dial-up 33.6Kbps pasti jelas mengerti hal ini hehehe.. Kalau setelah dipikir lagi tetap mau forward, nah baru forward deh.
Recent Comments