Tak Pernah Tertidur

Tak Pernah Tertidur
(c) Franky Sihombing

Saat ini ku datang
Membawa keluhku padaMu
Sungguh berat beban yang
menghimpit hati dan jiwaku

Kucurahkan s'luruh isi hatiku
Dan kudengar suaraMu berkata padaku:

Ku tak pernah tertidur
Ku tak pernah lalai
Tanganku s'lalu menopang dirimu
Percayalah padaku
Datang padaku
Ku s'lalu setia padamu

Saat kau tinggalkan
Ku s'lalu setia padamu
Saat kau melupakan
Ku s'lalu menunggumu kembali

Download Lagu (MP3, self-recorded, 2.07 MB)
---
Bukan kebetulan kalau saat ini saya juga belum tidur. Masih ada beberapa hal yang menggantung dalam pikiran. Hanya, karena hiatus beberapa bulan, nggak terlalu mudah rasanya untuk ngeblog. Apalagi topiknya cukup berat dan bisa sensitif, entah kapan bakal ditulis.

Lagu ini terkesan cengeng, sekilas nggak kebayang The Almighty bisa benar-benar mengatakannya. Tapi bagi yang mengalami jumpalitannya roller coaster hidup, di saat adrenalin menurun, sungguh kata-kata ini bisa terdengar. Seberapa sayup pun. I did.

I do.

Think About His Love

Think About His Love
(c) Walt Harrah

Think about His love
Think about His goodness
Think about His grace
That brought us through

For as high as the heaven's above
So great is the measure of our Father's love
Great is the measure of our Father's love

How could I forget His love
How could I forget His mercy
He satisfies, He satisfies
He satisfies my desires
Great is the measure of our Father's love

Download Lagu (MP3, self-recorded, unedited, 1.64 MB)
---

Beberapa minggu terakhir ini adalah minggu yang pernuh berkat, secara rohani khususnya. Tuhan mengijinkan saya (lebih tepatnya: membuat saya) untuk masuk ke dalam posisi seorang observer.

Yang saya banyak (dan sedang) belajar adalah: seorang observer haknya nol untuk membuat penilaian. Apalagi penghakiman. Apalagi self-righteousness. Seorang observer adalah seorang intercessor in the making. Sebuah jembatan. Sebuah ember, kadang untuk menampung curhat, tapi seringkali cukup untuk sekedar ada, standing by, untuk menangkap gesture yang samar.
---

Setelah Nabi Elia menumpas penyembah-penyembah Baal, Ratu Izebel dengan amat berang bernazar untuk menghabisi nyawanya. Singkat cerita, Elia lari. Dalam keletihan dan kegundahannya (dan mungkin kekesalannya), Elia disapa oleh Tuhan: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"

Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku."

Tuhan seolah tidak menggubris dan malah menyuruhnya pergi untuk menyelesaikan tugasnya. Namun suatu kekuatan ternyata diberikan Tuhan: "Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia."

(Kotbah Bpk. Paul Wenas, diambil dari 1 Raja-raja 19:1-18. Kebaktian Pemuda GBI Api Kemuliaannya, c.a. 1997-1998).
---

Sobat, lagu ini bukan kotbahku, atau untuk mengguruimu. Jauh dari hal itu dan sejenisnya. This song is just one of my (hopefully gentle) gestures, that I'm somehow here, with the other 6,999 people. That we're surviving together, struggling together. And particularly: that you're not alone. And yes, I'm not talking about God (He's Immanuel). We are somehow here.

Just think about His love. Together.

Balonku Ada Lima

Kemarin di milis ada yg ngelempar joke ini:

Lagu anak-anak yang populer ternyata mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi. Mari kita buktikan :

1. "Balonku ada 5... rupa-rupa warnanya... merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru... meletus balon hijau, dorrrr!!!"
Perhatikan warna-warna kelima balon tsb., kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!
...

Tadinya saya beneran ketipu, ternyata ada yang berbaik hati memberikan pencerahan sampai nyariin audio-nya biar bisa didenger:

Balonku Ada Lima

Sangat, sangat, SANGAT saya sarankan untuk mendengarkan lagu ini, benar-benar merupakan koreksi menyeluruh -> versi dewasa.

Bagi yang mau menyimpan filenya di komputer, klik di sini untuk mp3-nya.

PS: terima kasih kepada margie yang telah memberikan pencerahan.

Dari GMB7, Jadi Ingat..

Lagi ngedengerin album Giving My Best yang terbaru, Nothing Is Ever Impossible. Sampai di track yang terakhir, You Are My God, entah kenapa mood-nya terset jadi ingat seri drama Korea yang ditonton semalam bareng istri: Wonderful Life. Hmm, mungkin karena aransemen musiknya yang sedikit meng-'anime'. Jadi terbayang musik-musik komposisi Yoko Kanno, hmm apa ya judulnya, koleksi lagu-lagu saya masih berceceran dalam hard disk-hard disk yang belum terpasang. Yang jelas suasana pantai (model theme song-nya Uncharted Waters 2: New Horizon) dan sedikit bernuansa celtic gitu. Hehehe.. kaya pakar musik aja ya gayanya =P

Album GMB yang tergres ini lumayan enak, beberapa lagunya easy listening, beberapa di antaranya 'semangat'. Tapi yang jelas, vokal Sidney Mohede memang top - vokalis lagu rohani pria yang paling saya suka suaranya. Apalagi di lagu terakhir, You Are My God, rasanya memang yang paling cocok dinyanyikan oleh Sidney. Btw bisa ke website Harvest untuk mendownload 2 buah klip mp3 di sana.

Lalu mengenai drama Korea? Hehehe, sudah 2-3 bulan ini suami-suami mulai terimbas demam K-Drama dari para istri. Saya sendiri sampai lost track yang mana yang saya sudah saya ikuti dan mana yang baru setengah, mana yang nggak nonton sama sekali. Wonderful Life ini sendiri cukup bagus dramanya, terutama si kecil Shin-bi (Xi Yu kalau di VCD terjemahan Indonesia yang saya tonton) itu cute sekali. Oh iya, di awal serinya sempat shooting di Singapore juga. Jadi ingat cerita Ruben waktu dia ke Korea:

  1. You need to reset your expectations of Korea from watching too much Korean drama.  By lowering your expectation, you will increase your satisfactory level.
  2. Koreans are very proud of their TV dramas being the latest craze in Asia.  It's their way to promote tourism to Korea, and I don't need to mention the pretty actresses / handsome actors as the main attraction as well.  But I guess all actresses are pretty and the non-actress are just so-so, Korean or not.

Hehehe.. melihat adegan-adengan mereka yang di-shoot di Singapore, saya kurang lebih juga setuju dengan Ruben: lumayan beda dengan Singapore yang sehari-hari saya saksikan dan hidupi ^__^

Tapi ceritanya sendiri lumayan bagus, sekilas terasa sedang menonton serial drama atau anime Jepang. Entah di plotnya atau di karakter-karakter yang ada. Jadi ingat Maison Ikkoku dan Love Hina. Atau bahkan Candy Candy hehehehe...

Hmm.. serba 'jadi ingat' semua nih. Jadi ingat perut sudah lapar, waktunya makan siang.

Bawaku Masuk dalam HadiratMu

Ada satu lagu yang sudah lama ingin saya rekam. Tuhan memberi lagu ini kepada sobat baik saya, Hendrawan, kalau tidak salah sekitar 1997-1998. Waktu itu saya sedang haus-hausnya kembali mencari Tuhan setelah 2 tahun 'tenggelam' dalam hiruk-pikuknya dunia. Di masa-masa itu juga Tuhan merestorasi permainan gitar saya setelah hampir 2 tahun sebelumnya berhenti. Ehm, tapi bukannya berarti sekarang jago, secara teknis malah biasa saja. Namun yang terpenting, semua yang saya punya saya berikan yang terbaik untuk Tuhan, semata-mata karena saya mencintai Tuhan.

Download Lagu (MP3 - 2.47 MB)
Download Lirik & Chord (Word document - 23 KB)

PS: Happy birthday, my beloved wife. You're trully the best thing ever happenned in my life. God loves you and so do I..

PPS: I'm really blessed by the song. Thanks for being my mentor, Sin.
PPPS: Thanks buat mikrofonnya, Ruben. Akan gua kembalikan secepatnya hehe..

Bawaku Masuk dalam HadiratMu
(c) Hendrawan Tanjaya

Bawaku masuk dalam hadiratMu
Jiwaku haus kasih setiaMu
Ku bersujud Tuhan dalam naunganMu
Kurasakan jamahanMu

Kuangkat hati ini kuserahkan padaMu
Ku mengerti hidupku di telapak tanganMu
Dan ku mengangkat tanganku Yesusku
MenyembahMu seumur hidupku

Dan kunyanyi puji Engkau di tempat kudusMu
Dan kunyanyi puji Engkau memanggil namaMu
Dan kunyanyi puji Engkau seumur hidupku
Dan kunyanyi puji Engkau memanggil namaMu
Oh Yesusku Tuhanku

---
Update 2005.06.19 12:21 - setelah dikoreksi penulisnya, ternyata judulnya itu "Bawaku Masuk dalam HadiratMu".. maap ya, ternyata selama 6-7 tahun ini ogut salah ingat judul hehehe... File download-nya juga sudah diupdate.