Alkohol Tidak Seluruhnya Menguap Ketika Dimasak

Hehe, iseng mau blog tentang ini karena Jumat lalu sempat ngobrol dikit soal ini ketika makan bareng beberapa teman setelah pulang dari kebaktian dewasa muda.

Ceritanya waktu itu kita makan di depan rumah, salah satu yang dipesan adalah "XO Crab Bee Hoon". Jadi, bihun digoreng/dicah pakai kepiting (utuh) dan dimasak dengan dengan XO (itu lho, minuman beralkohol, mungkin sejenis cognac kali ye). Pas pertama nyobain, ternyata nggak gitu kerasa bau alkoholnya sehingga muncul celetukan "alkoholnya nguap, gitu kok kalo masak pakai alkohol". Saya sih manggut-manggut saja karena memang tidak begitu bisa masak, apalagi istri tercinta kalau nggak salah juga konfirmasi, kan 2 saksi itu sah hehehe.. Tapi lama-lama terasa juga alkoholnya, apalagi pas makan kepitingnya, mungkin kurang rata ngaduknya. Berarti yang tinggal cuma baunya doang dong?

Nah, barusan nemu artikel Kitchen Myths dan di situ dijelaskan bahwa nggak semua alkohol menguap ketika dimasak. Bahkan di situ ada tabelnya yang menunjukkan berapa persen alkohol yang tinggal tergantung metode memasak:

  • Alkohol ditambahkan ke kuah mendidih lalu diangkat dari panas: sisa 85%
  • Alkohol 'dibakar': sisa 75%
  • Tidak dipanaskan, disimpan semalaman: sisa 70%
  • Dioven (kue), alkohol tidak dicampur ke adonan: 45%
  • Dioven/dimasak/dipanaskan, alkohol dicampur ke 'adonan':
    • 15 menit: sisa 40%
    • 30 menit: sisa 35%
    • 1 jam: sisa 25%
    • 1.5 jam: sisa 20%
    • 2 jam: sisa 10%
    • 2.5 jam: sisa 5%

Begitu.. Sip lah, another myth debunked ^_^

Ralat: kita makannya itu Senin lalu, setelah selesai YABS prayer meeting.