Tulisan saya kemarin di-reply oleh sepupu saya yang masih belia (hehe):
tp.. namanye esmosi.. masa ada posting noel kita, kite diem aje.. embat balekkk broo!! ^O^
Karena panjang, reply saya berikut ini jadi tulisan yang baru:
Istilah "darah muda" atau "folly of one's youth" itu ada bukan untuk menyudutkan orang-orang yang masih muda, tapi memang sejalan dengan waktu, ketika melihat ke belakang, sungguh kita bakal sering ngomong: "Duh, coba dulu gue gak gitu ya."
Itu pertama. Yang kedua, soal korespondensi di Internet, khususnya yang bisa dibaca publik (bukan japri) seperti blog dan forum/milis. Kita kadang lupa/cuek bahwa setiap post/reply yang kita buat itu konsumsi publik. "Everyone is entitled to her own opinion" itu benar tapi "Everyone is also to be held accountable to what she said or did". Apalagi dengan blog,
Sudah beberapa lama ini ada beberapa pihak yang "memusuhi" blog. Kenapa? Karena ternyata blog itu influential. Blog-blog yang populer bisa memperoleh 10-50 ribu pembaca setiap posting-nya. Ini baru blog individual. Tapi apa artinya sih 50 ribu dibanding jutaan pembaca, katakanlah, koran Kompas? Banyak artinya. Dalam blogosphere (dunia blogging), pembaca blog biasanya membaca banyak blog sekaligus. Kalau dia seorang blogger juga, maka hal-hal yang dia anggap menarik akan dia post dalam blognya. Begitu juga orang-orang yang membaca blognya. Demikian seterusnya sehingga dengan efek berantai, orang lain yang walaupun hanya pembaca pasif (bukan blogger), bisa menangkap "trend" atau opini "publik" tentang suatu hal. Sebuah blog dengan "hanya" 50 ribu pembaca sama sekali bukan suatu hal yang enteng.
Jadi kenapa "dimusuhi"? Ada dua alasan. Yang pertama mirip dengan media konvensional biasa, nggak setiap orang suka akan kolom gosip atau berita yang bisa merugikan kepentingan (perusahaan)nya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tentunya hal ini lumayan jelas bagi kita. Yang kedua, blog nyaris tidak diatur/teregulasi. Lho kok ngomong soal kontrol, sama dong alasannya dengan yang pertama? Nggak juga, ini dia yang sampai saat ini masih (dan akan terus) menjadi daerah abu-abu: blogging itu tidak sama dengan jurnalisme.
Banyak orang ngeblog untuk berbagai tujuan, ada yang sekedar untuk curhat (kepada siapa? teman-teman doang? lha kok gak di-protect sehingga hanya bisa dikonsumsi kalangan sendiri aja), ada yang menulis jurnal kesehariannya, ada yang menulis topik-topik khusus, ada juga yang secara langsung berkeinginan untuk membentuk opini publik. Khusus untuk yang terakhir, membentuk opini publik, ini nggak perlu melulu mengenai topik-topik besar: perang, politik, gempa, dsb. Yang saya maksud dengan membentuk opini "publik" ini bisa saja untuk masalah-masalah pribadi atau kelompok. Krusialnya, karena yang nulis adalah individu, masalahnya individu, awalnya ditujukan untuk konsumsi individu/kelompok, plus "everyone is entitled to his own opinion" yang tadi, banyak yang menganggap ini kan "terserah-terserah gue dong, gue yang nulis, sapa suruh elo baca" dan efek akhirnya ya itu, "Duh, coba dulu gue gak gitu ya" yang tadi juga.
Yang menjadi masalah utama menurut saya adalah: blog kita itu (bisa) dibaca oleh publik. Ketika sesuatu menjadi publik, dia menuntut atau memiliki kandungan tanggung jawab lebih daripada hal-hal yang sifatnya private. Inilah inti alasan yang kedua: kurangnya kepedulian akan rasa tanggung jawab untuk setiap post yang dibuat. Bandingkan dengan jurnalisme, you get the picture.
Wah repot bener kalo gitu, saya kan ngeblog buat hobby aja, kok musti diatur-atur kaya gitu?
Nggak juga, seperti yang saya bilang di atas: ini masih (dan akan terus) menjadi daerah abu-abu. Tentu saja blogging tidak akan pernah 100% sama dengan jurnalisme. Yang mau saya imbuhkan di sini cuma: be accountable, gunakan "akal sehat", pelihara "emosi" yang baik - dalam sikon apapun. Itu adalah blog Anda SENDIRI, tulisan Anda SENDIRI. Yang akan dibaca oleh banyak orang. Yang akan mempengaruhi banyak orang. Yang akan mempengaruhi diri Anda sendiri juga.
Recent Comments