Siklus Tidur

Kemarin baru baca artikel yang benar-benar menarik. Tentang tidur. Lhoo... garing bener apa yak ngomongin soal tidur?? Tapi nggak kok, sama sekali nggak garing, malah sebaliknya: MENARIK.

Glen Rhodes, seorang blogger, memaparkan pengalaman dan 'penelitian'nya tentang tidur:

Ok, I've been talking to people for a long time about the fact that you can get by on 6 or even 4.5 hours of sleep per day without question. The secret is NOT the amount of sleep, but rather the number itself; a multiple of 90 minutes will change your life.

1.5 hours
3 hours
4.5 hours
6 hours
7.5 hours

Perhatikan: bukan masalah berapa panjangnya kita tidur, tapi berapa angka/jumlahnya - harus kelipatan 90 menit (1.5 jam).

Jadi, secara singkat, 'teorinya' adalah sebagai berikut:

Manusia itu tidur dalam siklus-siklus (cycles). Setiap siklusnya membutuhkan kira-kira 90 menit. Setelah 1 siklus selesai dan tidak ada gangguan, maka siklus berikutnya akan dimulai lagi. Jika di tengah sebuah siklus kita terbangun maka entah bagaimana kita akan merasa lelah dan tidak nyaman/stabil. Sebaliknya, jika kita bangun di akhir sebuah siklus, maka kita akan merasa segar.

Hehe.. terkesan pseudoscience ya?

Memang kontroversial sih, tapi menurut saya ini layak dicoba. Walaupun saya bersyukur Tuhan menciptakan waktu 24 jam sehari, jujur aja seringkali saya masih merasa sayang ada waktu yang 'terbuang' untuk tidur =P  Jadi, tadi malam saya coba.

Setelah membaca Armageddon (Left Behind #11) versi ebook di PDA selama sejam lebih, saya akhirnya pergi tidur jam 01:45. Saya punya 2 pilihan: tidur selama 4.5 jam (bangun jam 6:15) atau 6 jam (bangun jam 7:45). Jelas yang 6 jam nggak mungkin, bisa telat ngantor dong hehehe.. Jadi saya set alarm untuk bunyi jam 6:15.

Ketika alarm berbunyi tadi pagi, ternyata saya lumayan kaget juga bangunnya. Nyaris tidak merasa sudah tidur 4 jam lebih. Rasanya masih teringat jelas bahwa malamnya saya memutuskan untuk tidur selama 4.5 jam saja. Lalu pelan-pelan saya bangun dan mulai menuju kamar mandi. Di saat itulah saya mulai menyadari perbedaannya. Pagi ini sakit kepala yang sering saya rasakan ketika bangun tidak ada.

Hmmmmmm... sedikit creepy ya? Minimal "ya" bagi saya yang biasanya lumayan skeptis =P

Nanti malam pasti saya coba lagi, minimal selama 1-2 minggu. Setelah itu akan saya blog lagi hasilnya.

Catatan:

  • Angka 90 menit itu tidak mutlak, tergantung masing-masing orang dan faktor-faktor lainnya (kesehatan, umur, gender(?), dsb). Untuk lebih lanjutnya mengenai hal ini, bisa membaca artikel sumber dan komentar-komentar yang di-post.
  • Tentu saja manusia tidak cukup tidur hanya 1 siklus (1.5 jam) sehari. Selain tidur dalam siklus yang tepat, Glen juga mempraktekkan polyphasic sleep (tidur lebih dari 1 kali dalam sehari).

Berikut ini beberapa link mengenai tidur:

Menyusun Prioritas

Barusan baca artikel Joel Spolsky: "Set Your Priorities", membahas tentang cara menentukan feature-feature apa yang harus dipilih/dikerjakan lebih dahulu dalam membangun sebuah software. Seperti biasa, sedikit 'provokatif', tapi mantaap - kena sasaran.

Walaupun yang dibahas sebenarnya spesifik tentang software development, tapi cara penyusunan prioritasnya cukup menarik dan bisa diterapkan di dalam hal lainnya. Saya coba terjemahkan langkah-langkahnya, misalnya dalam menyusun/menentukan isi acara perayaan Natal, sebagai berikut:

Babak Pertama

  1. Pihak-pihak yang berkepentingan (stake holders) berkumpul di suatu tempat untuk rapat.
  2. Setiap orang diberi beberapa lembar kertas/kartu kosong untuk menuliskan idenya masing-masing.
  3. Pada tahap ini, tiap ide diterangkan/didekripsikan sehingga setiap peserta menangkap maksudnya. Penting ditekankan, hal ini dilakukan secara kilat saja. Tujuan menerangkan semata-mata hanya supaya jangan ada yang salah menangkap, bukan untuk persuasi atau 'jualan' ide - jadi tidak perlu ada diskusi/feedback apapun.
  4. Ide-ide itu misalnya:
    • Koor
    • A capella
    • Drama
    • Baca puisi
    • Pantomim
    • Lawak
    • ... (14 ide lainnya)

Babak Kedua

  1. Setiap ide akan ditelusuri dan di-vote: ok atau tidak. Penting ditekankan: tidak ada diskusi, hanya "ok" atau "tidak" secara cepat.
  2. Setelah semua ide di-vote, akan terlihat secara kasar ide-ide mana yang kurang banyak pendukungnya. Misalnya, buang ide-ide yang hanya memiliki 1-3 suara. Sebagai contoh, sekarang tinggal 12 ide saja yang potensial.

Babak Ketiga

  1. Berikutnya, setiap ide diberikan harga dari 1-10 di mana 1 adalah paling gampang dilakukan dan 10 yang paling sukar (misalnya perlu banyak orang dan banyak latihan bersama).
  2. Berdasarkan keputusan bersama atau seseorang yang berwenang, harga ide-ide tersebut adalah:
    • Koor - $8
    • A cappella - $8
    • Drama - $10
    • Baca puisi - $1
    • Pantomim - $3
    • Lawak - $4
  3. Catatan: harga-harga ini hanya sebagai gambaran, tidak perlu akurat.

Babak Keempat

  1. Daftar harga ini disalin ke selembar kertas menjadi "Daftar Menu".
  2. Daftar Menu di-copy dan disebarkan ke tiap peserta.
  3. Setiap peserta mendapatkan $50 untuk berbelanja. Mereka bisa membeli setengah ide saja kalau mereka mau, atau membeli 2 buah ide yang sama. Orang yang benar-benar ingin ada Drama bisa menghabiskan $20 untuk membelinya; orang lain yang tidak terlalu ingin mungkin hanya membelanjakan $2 saja dan berharap ada orang lain yang ikut membiayainya.

Babak Kelima

  1. Selanjutnya, kita menjumlahkan berapa yang dibelanjakan untuk tiap-tiap ide:
    • Koor ; harga = $8 ; belanja = $15
    • A cappella ; harga = $8 ; belanja = $34
    • Drama ; harga = $10 ; belanja = $29
    • Baca puisi ; harga = $1 ; belanja = $1
    • Pantomim ; harga = $3 ; belanja = $14
    • Lawak ; harga = $4 ; belanja = $15
  2. Kemudian, bagilah belanja dengan harga:
    • Koor ; harga = $8 ; belanja = $15 ; 1.875
    • A cappella ; harga = $8 ; belanja = $34 ; 4.25
    • Drama ; harga = $10 ; belanja = $29 ; 2.9
    • Baca puisi ; harga = $1 ; belanja = $1 ; 1
    • Pantomim ; harga = $4 ; belanja = $14 ; 3.5
    • Lawak ; harga = $4 ; belanja = $15 ; 3.75
  3. Terakhir, diurutkan untuk melihat tingkat popularitasnya:
    • A cappella ; harga = $8 ; belanja = $34 ; 4.25
    • Lawak ; harga = $4 ; belanja = $15 ; 3.75
    • Pantomim ; harga = $4 ; belanja = $14 ; 3.5
    • Drama ; harga = $10 ; belanja = $29 ; 2.9
    • Koor ; harga = $8 ; belanja = $15 ; 1.875
    • Baca puisi ; harga = $1 ; belanja = $1 ; 1

Sip! Ini adalah daftar ide untuk isi acara Natal yang secara umum menggambarkan apa yang paling diinginkan oleh semua orang. Boleh juga kan caranya?

Bagi software developer, saya anjurkan untuk membaca artikelnya langsung. Walaupun sekilas Joel menyampaikan apa yang sudah jelas (stating the obvious), saya sendiri mendapat banyak insight; dan kena tembak juga - kata kunci: procrastinate =P

Baca deh.